Tawaran Bantuan Analisis

Analisis time series merupakan analisis yang sangat berguna bagi analisis perekonomian saat ini dan pada masa yang akan datang. Keunggulan dari analisis ini adalah dapat melihat pola kejadian perekonomian yang telah terjadi sekaligus dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dilihat dari perilaku data tersebut sepanjang waktu. Beragam analisis time series yang berkembang saat ini antara lain : ARIMA, Regresi Linier Berganda, Analisis data Panel, Analisis Simultan, Analisis VAR, dan lain-lain.

Di samping itu masih banyak lagi jenis analisis yang berguna bagi pemecahan perekonomian. Bagi anda yang membutuhkan bantuan dalam pemecahan permasalahan perekonomian dalam hal ini pembuatan skripsi, tesis, maupun bagi perusahaan yang bermaksud meningkatkan kinerjanya melalui studi pelanggan ataupun studi efisiensi kinerja perusahaan, kami siap membantu memecahkannya. Hubungi kami di arifkurn@gmail.com atau sms ke 08978159852.

Semangat Nasionalisme yang Tergilas Modernisasi

sungguh bangga rasanya ketika mendengar lagu indonesia berkumandang di turnamen olimpiade, sea games, asian games, ataupun taurnamen olah raga lainnya. hal itu menunjukkan masih eksisnya bangsa ini sebgai salah satu bangsa besar di dunia. akan tetapi bila dilihat lebih mendalam di kehidupan nyata, telah terjadi penurunan kualitas nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. hal ini dapat dilihat dengan jelas dari gaya hidup anak muda di kota. perempuan-perempuannya sangat gemar memakai pakaian-pakaian minim, ketat, dan tak malu mempertontonkan bagian tubuh yang seharusnya ia tutupi. para lelaki ada yang berdandan nyleneh dengan baju kumal, rambut gimbal panjang, memakai anting, tindik, dan tato. contoh-contoh di atas, walaupun dengan alasan seni, karir de el el, saya kira bukanlah ciri khas dari bangsa yang memiliki ribuan pulau dan adat istiadat serta suku yang majemuk. akan tetapi perilaku-perilaku di atas agaknya sudah menjadi kebiasaan atau gaya berbusana masa kini yang secara tidak langsung telah menggeser gaya berbusana ala ketimuran. okelah kalau busana mengikuti tren sehingga tidak jadul. namun, perlu dipikirkan apakah cara berbusana seperti itu sesuai atau tidak dengan nilai-nilai sosial yang ada di lingkungan tempat dia berada.

itu baru dari segi cara berbusana. ada segi yang lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kebanggaan terhadap budaya daerah asli Indonesia. tarian, permainan, lagu, musik dan bahasa daerah sudah jarang dijadikan mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah umum. dampaknya dapat bersama-sama kita lihat, remaja-remaja dan bahkan orang dewasa sangat minim pengetahuan serta apresiasi terhadap tarian, lagu dan musik di daerahnya sendiri. sungguh malang bila tarian-tarian, permainan, lagu dan musik adat yang sangat unik hilang begitu saja tanpa ada yang merasa bertanggung-jawab. produk interaksi sosial yang telah mendarah daging di Indonesia selama berabad-abad tiba-tiba lenyap dalam kurun tiga atau empat dekade. anak-anak kecil sudah jarang bermain cublak-cublak suweng, jamuran, betengan dan dakon. sekarang mereka lebih suka bermain play station dan game-game sejenisnya. lagu-lagu daerah juga sudah tergeser dengan lagu-lagu pop, rock, dangdut dengan musik-musik yang diadopsi dari negera-negara lain.  sampai-sampai kebudayaan kita yang begitu masyur ini justru diklaim negera tetangga sebagai produk asli darinya. baguslah bila bangsa ini masih bisa marah melihat hal tersebut terjadi. berarti dalam benak bangsa ini masih ada rasa memiliki terhadap produk-produk budaya tersebut. hal ini harusnya menjadi cambuk kita semua untuk lebih mengapresiasi produk budaya asli bangsa Indonesia. di tengah berbagai pemberitaan negatif tentang Indonesia, nama besar Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebudayaan daerah terbesar di dunia harus tetap kita pertahankan.

aspek lain dari nasionalisme yang mulai luntur ialah semangat dalam bersaing dengan negara lain dalam bidang ekonomi dan iptek. kita begitu silau dengan keadaan perekonomian bangsa lain(misal Jepang, Korea Selatan, Inggris dan Amerika) yang begitu merajai perekonomian dunia. semakin kita merasa terbengong-bengong melihat perekonomian mereka semakin membuat kita pesimis dengan keadaan bangsa ini. kita juga selalu mengatakan “wah” bila melihat tekonologi yang berkembang di negara lain tanpa ada tekad untuk menyamai mereka. hal ini tidak seharusnya terjadi. Kita perlu mencari tahu mengapa negara-negara lain bisa mencapai prestasi seperti itu. Amerika Serikat dan Jepang dari segi perekonomian adalah dua negara yang para penduduknya saling berlomba-lomba untuk melakukan memproduksi barang dan jasa kelas satu, dengan biaya dan sumber daya yang terbatas. Selain itu mereka juga pantang untuk menggantungkan diri dengan orang lain. Menghargai waktu mereka jadikan sebagai prinsip. Mereka sudah terbiasa hidup dalam iklim persaingan (tentu saja persaingan yang sehat). Pelajaran inilah yang seharusnya kita petik dan kita tanamkan dalam diri masing-masing. Bukan tidak mungkin ketangguhan ekonomi dan iptek tercapai oleh Indonesia mengingat jumlah dan kualitas dari sumber daya manusia yang didukung dengan sumber daya alam melimpah di Indonesia. Bila setiap sarjana dapat mau meningkatkan produktivitasnya termasuk dengan berwiraswasta saya yakin suatu hari perekomian Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Begitu juga dengan ilmuwan-ilmuwan bila tekun berusaha walaupun dengan banyak keterbatasan maka bukan mimpi bila pada masa yang akan datang Indonesia menjadi salah satu negara terdepan dalam iptek.

Modernisasi menurut saya adalah keniscayaan karena kebutuhan manusia yang semakin menginginkan keleluasaan dan kenyamanan dalam hidupnya. Tidak semestinya kita hanya berperan sebagai penonton dalam perkembangan modernisasi tanpa ikut bermain di dalamnya. Sebagai suatu negara dan bangsa, Indonesia merupakan bangsa yang layak dan pantas menjadi salah satu negara  dan bangsa maju. Rakyat indonesia sebagai unsur terkecil penyusunnya mulai sekarang harus melangkah maju untuk memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan negara dan bangsanya. Benar apa yang dikatakan mantan presiden amerika John F. Kennedy bahwa, “janganlah bertanya tentangg apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi tanyalah pada dirimu apa yang telah kau berikan untuk negara”.

MSDM

Manajemen sumber daya manusia memang sangat dibutuhkan dalam setiap dunia kerja saat ini. Tanpanya perusahaan tidak akan mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan pada awal perusahaan tersebut dibangun. Baik dari manajer sampai tingkat cleaning service harus menjalankan setiap tugas-tugasnya selalu di dalam rel yang benar. Oleh karena itu diperlukan suatu bentuk menajerial yang mengatur semua potensi yang dimiliki oleh karayawan sehingga nilai tambah yang dihasilkan dapat lebih banyak lagi. Di dalam proses manajemen perusahaan tidak hanya bersangkutan dengan pembuatan peraturan saja yang harus dilaksanakan oleh masing-masing karyawan di dalam perusahaan.
Karena sesungguhnya peraturan adalah penjabaran misi perusahaan yang didirikan oleh sekelompok orang maka sudah selayaknya peraturan-peraturan itu diamalkan secara spontan dan integritas oleh segenap aspek mulai dari pimpinan perusahaan sehingga menciptakan perilaku yang baik yang apabila terus dilakukan dengan konsisten menjadi kebiasaan (habit) yang dijalankan oleh seluruh karyawan dari tingkat paling atas, presiden direktur, sampai tingkatan paling bawah, cleaning service. Akhirnya, habit tersebut menjelma menjadi benchmark perusahaan yang akan dikenal oleh setiap klien dan masyarakat umumnya.
Melihat betapa pentingnya manajemen sumber daya manusia serta penerapannya di dalam lingkungan perusahaan, diperlukan suatu bagian, divisi, atau apalah namanya, yang secara khusus menangani masalah ini. ini dikarenakan karyawan merupakan aset terpenting perusahaan yang juga seorang manusia dengan akal pikiran serta naluri yang selalu aktif merespon setiap ransangan dari luar. Jangankan respon yang membahayakan kelangsungan dirinya, kondisi ideal pun yang terjadi terus menerus di kehidupan sehari-harinya dapat menimbulkan rasa jenuh yang berdampak pada perasaan yang kurang menikmati pada pekerjaannya. Apabila itu dibiarkan maka berpengaruh pada penurunan daya kreativitas karyawan untuk berinovasi. Divisi Sumber Daya Manusia(SDM) memonitor serta mengevaluasi kinerja karyawan serta mencari solusi di setiap hambatan yang mereka alami sehingga perusahaan dapat bekerja dengan baik.

Jakarta bukan tempatnya PKL?

Susah memang mencari uang di Jakarta. Ungkapan ini memang tepat terutama bagi para pendatang yang datang dari luar ibu kota dan tanpa memiliki keahlian yang spesifik. Sudah terlalu banyak cerita orang-orang yang terkena penggusuran tempat-tempat usaha( misal pedagang kaki lima). Di satu sisi, sebagai seorang yang hanya ingin mencari sesuap nasi, mereka perlu dikasihani. Dengan susah payah para pedagang mendirikan lapak-lapak untuk dijadikan tempat usaha bagi mereka. Cukup petak trotoar seluas 1- 2 meter yang mereka butuhkan untuk menyambung kehidupan ekonomi mereka dengan menjual barang-barang dan jasa di petak lahan yang mereka tempati. Pun sebenarnya nilai tambah yang dihasilkan lewat usaha jenis kaki lima harus diperhitungkan. Dengan perhitungan kasar omzet satu usaha sebesar 100 ribu rupiah perhari, apabila terdapat 500 usaha yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, maka akan menghasilkan total omzet 50 juta rupiah per hari. Itu hanya perkiraan gampangnya, tentu saja jumlahnya jauh lebih besar pada kenyataannya. Sungguh angka yang menakjubkan.
Namun, Pemerintah sebagai pengelola punya konsep sendiri dalam mengatur kotanya. Dengan dalih untuk penertiban trotoar dan taman kota atau demi menjaga keindahan dan kebersihannya, Pemkot Jakarta rajin mengadakan penggusuran lapak-lapak liar yang dijadikan usaha kaki lima. Selain itu juga justru sekarang Pemkot semakin gencar menyediakan hak pendirian pasar-pasar modern seperti hypermart, carefour, alfa, dll, yang biasanya hanya dipegang oleh beberapa retailer. Terus para pedagang kecil yang digusur dipindahkan kemana?. Cukupkah mereka hanya ditelantarkan, bahkan yang lebih ekstrem “diusir” dari Jakarta.
Bukan urusan yang gampang tentunya karena semua itu berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Ketika terjadi penggusuran, yang tanpa ditindak lanjuti dengan ganti rugi yang rasional, para pedagang dengan seketika akan kehilangan mata pencaharian mereka. Seharusnya mereka masih bisa menyambung hidup dengan berjualan, tiba-tiba mereka tidak mendapat pemasukan sebagaimana biasanya. Alhasil, jumlah pengangguran pun akan bertambah secara tiba-tiba atau kejutan dalam angka pengangguran. Bisa diperkirakan yang terjadi setelah itu angka kemiskinan pun akan naik secara tiba-tiba.
Persoalannya tidak berhenti sampai di situ, kejutan yang terjadi pada output sektor ekonomi mikro pasti akan berdampak pada aliran dana di masyarakat. Ketika dana dari masyarakat yang seharusnya dikeluarkan untuk konsumsi sehari-hari mereka tiba-tiba dihentikan, maka akan terjadi kemandegan dalam alirannya tersebut sehingga pengeluaran agregat juga akan mengalami penurunan. Ini yang dalam ekonomi disebut sebagai leakage atau kebocoran. Sewaktu Pemkot berinisiatif untuk mengganti keberadaan para pedagang kaki lima dengan pasar modern, yang telah kita ketahui bahwa para pengunjungnya rata-rata dari golongan masyarakat ekonomi menengah ke atas, menimbulkan aliran dana dari para masyarakat(konsumen pasar modern) ke produsen, yang dalam hal ini para retailer. Okelah bila dikatakan tingkat konsumsi konsumen pasar modern lebih tinggi dari pada konsumen pedagang kaki lima. Akan tetapi, aliran dana itu hanya akan berputar ke retailer sebagai pemilik usaha. Artinya, aliran dana itu tidak akan menyentuh ke masyarakat lapisan ekonomi bawah. Ini menyebabkan terjadinya disparitas dalam distribusi pendapatan fungional pada masyarakat. Bisa dikatakan orang yang kaya akan semakin tambah kaya, sedangkan orang yang miskin akan menjadi semakin miskin.
Sebenarnya ada suatu solusi yang mungkin bisa menjadi obat penawar bagi penyakit ini. Berdasarkan mahzab ekonomi baru (keynesian) memang disebutkan bahwa penggunaan tenga kerja penuh tidak pernah terwujud dikarenakan pengeluaran agregat selalu lebih rendah daripada pendapatan. Artinya, untuk mendekati teciptanya tenaga kerja penuh, perlu ditingkatkan pengeluaran agregat. Di sini kita perlu melihat pada sejarah masa lampau bahkan sekarang yaitu banyaknya pihak-pihak dari luar negeri yang menjadi “juragan” dalam pengusahaan ekonomi di negara ini sehingga ketika terjadi penigkatan besarnya pendapatan agregat, sejatinya pendapatan itu tidak dinakmati secara optimal oleh warga negara Indonesia. Dengan memberikan kesempatan yang lebih utama bagi investor dalam negeri secara teori pendapatan nasional neto akan meningkat. Selanjutnya, ketika sebagian besar usaha perekonomian dimiliki oleh warga negara Indonesia, lebih mudah mengadakan pengaturan sehingga di sini warga negara Indonesia mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam mendirikan usaha.
Bentuk implementasinya adalah pengusaha diminta mendirikan usaha-usaha ekonomi yang lebih bersifat menyerap tenaga kerja dalam arti kualitas dan atau kuantitasnya. Masyarakat yang tidak memilki usaha bisa diberdayakan dengan melibatkan mereka dalam usaha padat karya. Cara ini akan efektif dalam meningkatkan produktivitas serta meratakan distribusi pendapatan masyarakat.
Ini tidak serta merta antipati terhadap investor luar negeri. Justru pengusaha dalam negeri seharusnya dapat melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan produktivitas usahanya yang salah satunya dengan bekerjasama dengan tenaga ahli serta mendatangkan teknologi-teknologi canggih dari luar negeri. Filosofi mudahnya adalah, andaikan ingin mengolah kebun sehingga efektif meningkatkan kekayaan yaitu dengan melatif keluarga agar mampu mengolah lahan kita, dan bukannya dengan menyuruh tetangga untuk mengolah lahan kita.
Memang bukan perkara yang mudah untuk menyelasaikan ini semua. Pemkot sebagai stakeholder merupakan pihak yang paling bertanggungjawab. Kapasitas Pemkot disini diuji untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Ini waktu yang tepat bagi Pemkot untuk memberikan hasil karyanya berupa konsep pembangunan wilayah yang komprehensif terutama pada aspek ekonominya. Semua kepentingan baik pengusaha(pengembang) dan masyarakat kecil perlu dilindungi sehingga pembangunan yang dilakukan dapat berjalan dengan harmonis. Modernisasi memang keniscayaan di era serba maju seperti ini, apalagi ini juga berkaitan dengan image Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia.

I Love My Life

I open my eyes and take a long breath  i the morning,hwuuuuuhh, i found so fresh air. Then look at outside from window,wonderfull, i found beautifull sight. blue sky, fresh air, bright weather, and the sun warm up my body. Its perfect, is not it? When I walk in the yard, i see groups chicks , birds, ants, and green trees. All of it as if tell to me “good morning, get pleasure this day, reach your wish, you must be happy coz you birth as a human”. Very harmonic sight where humans,  animals, and plants life togheter on the earth.

When i frustation with my business, i see many poeple around me with worse condition than me, my deeply heart talk that “don’t be frustated coz you have get much pleasure in your life”, i know that i must wake up and stand up to face every chalanges. I meet my family, friends, neighbors, all of them give nice smiles, so sweet, i also answer them. On the earth i’m not alone. Never alone forever.

This life too worth, not reasonable if i miss it.  Every disaster just tests for me to become a better human. No matter you fall down repeatedly, you must wake again. Face the future with optimistic and get the triumph. You must become the winner.

Pentingnya Komunikasi

Pada waktu kuliah tadi pagi, dosen saya menceritakan sebuah kisah nyata tentang pentingnya komunikasi/pendekatan interpersonal. Pada suatu ketika ada seorang staf yang bekerja dengan jabatan tertentu di sebuah kantor di Jakarta. Setelah kembali dari tugas belajar selama beberapa tahun di suatu universitas, dia direkomendasikan oleh atasannya untuk promosi ke jabatan yang lebih tinggi namun dengan satu syarat yaitu dia harus mau dipindah ke kantor yang tempatnya di Yogyakarta. Mendengar akan dipromosikan kenaikan jabatan tentu saja dia senang mendengarnya, tapi masalahnya kalau dia enggan untuk meninggalkan kantor tempat ia pernah bekerja yaitu di Jakarta yang kebetulan jabatan yang pernah ia pegang di kantor tersebut masih kosong. Untuk itu, ia harus segera menghubungi bagian yang memutuskan pemindahan untuk melobi supaya ia tidak dipindah. Masalah lain yang timbul yaitu seseorang yang berwenang dalam bagian ini, sebut saja bapak X, memiliki karakter pemarah sehingga tiap hari pasti ada saja yang kena damprat olehnya. Terpikirlah staf tersebut mata kuliah teori antrian ketika dia tugas belajar di universitas, dimana dalam soal diceritakan tentang seorang “ profesor uring-uringan” yang memiliki karakter unik yaitu marah dengan siklus tertentu jadi dalam sehari apabila ia sudah marah sekali berarti setelah itu tidak marah lagi dan apabila belum marah ada kemungkinan ia kena marah bila mengajaknya mengobrol. Lha, si staf ini mengidentifikasi karakter bapak X ini persis dengan “profeor uring-uringan” itu sehingga ia mencoba menerapkan teorinya itu pada kasus ini.
Akhirnya, datanglah si staf ke ruangan bapak X. Sebelum menghadap bapak X, dia bertanya dulu pada office boy (OB) di ruangan tersebut apakah bapak itu sudah marah hari ini, si OB menjawab kalo hari ini dia belum marah. Nah, si staf mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan kalau di masuk nanti dia bisa kena marah sehingga ia mengurungkan niatnya. Pada waktu lain, ia mencoba mendatangi lagi ruangan bapak X. Seperti biasa si staf bertanya dulu kepada OB di situ, apa bapak X sudah marah hari ini, ternyata kata OB bapak baru saja memarahi dua pegawai. Itu artinya setelah ini kemungkinan besar ia tidak marah lagi, sehingga ia memberanikan diri untuk menghadap beliau. Pertama-tama si staf mengajak mengobrol biasa dengan bapak X dengan menyampaikan salam dari dosen di unviversitas tempat dia tugas belajar dulu yang memang sahabat dari bapak X. Setelah pembicaraan berlangsung selama kurang lebih lebih satu jam, barulah si staf mengutarakan maksudnya yaitu memohon agar dia tidak dipindahkan ke kantor yang di Yogyakarta karena ia ingin tetap di kantor tersebut dengan jabatan yang lama. Sesuai estmasi, bapak X tidak marah dan mengiyakan permohonan si staf tersebut. Lansung saja ia menghubungi bagian kepegawaian yang mengurusi kepindahan, soalnya takut kalo tidak segera disampaikan kesana besok bapak X akan berubah pikiran. Kali ini ia benar-benar sukses besar melakukan pendekatan dengan bapak X hingga ia tidak jadi dipindah.
Hi…hi…Menurut saya cerita ini menarik karena mengandung satu pelajaran yaitu komunikasi bisa jadi menjadi senjata yang ampuh untuk melancarkan kepentingan. So silakan teman-teman pikirin sendirilah implementasinya.😀😀

Menikah Dini vs Meniti Karir baru menikah

Selama ini saya lihat di lingkungan Perguruan Tinggi Kedinasan terdapat tren yang cukup unik yaitu langsung menikah setelah lulus dari kuliah, baik pasangannya berasal dari perguruan tinggi yang sama atau berasal dari perguruan tinggi yang berbeda. Alasan yang mengemuka bahwa “Mending menikah sekarang daripada menunggu beberapa tahun ke depan yang calon pasangannya belum tentu dikenal lebih dulu, kalo yang di kampus kan udah dikenal jadi udah sedikit banyak tahu karakternya seperti apa. Nah, kalo udah diincer ini kita diamin, khawatirnya kalah cepat ama orang lain, bahkan kalah cepat dengan sahabat sendiri.”

Pertanyaan yang timbul, apakah mereka sudah siap untuk menjalin mahligai rumah tangga dan berperan menjadi suami dan istri dalam usia yang masih sangat muda? Lantas mengapa tidak mengutamakan karir lebih dahulu sehingga lebih siap bila sekatu-waktu terjadi masalah keuangan. Atau menunggu bebarapa saat supaya sudah siap secara mental.

Saya mengharapkan pendapat dari teman-teman, apapun itu silakan diutarakan dalam bentuk komentar.

Bulstik in Olimpiade PTK

Belum lama ini teman-teman di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik mengikuti turnamen Olimpiade PTK yang bertempat di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Bintaro. Event olah raga multi cabang ini diikuti oleh delapan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebuah turnamen yang cukup besar menurut saya karena selain melibatkan banyak PTK, cabang yang dilombakan juga cukup banyak antara lain futsal, lari, bolavoli, basket, bulutangkis, billiar, bridge, catur, tenis meja, dan tenis lapangan.

Dari sisi penyelenggaraannya terbilang sukses karena rata-rata semua PTK mewakilkan anggotanya pada cabang oleh raga yang dilombakan. Infrastruktur yang diperlukan dan panitia penyelenggaraan yang cukup tanggap dalam mengatur jalannya kegiatan turut mendukung kelancaran pelaksaan Olimpiade PTK tahun ini. Ini membuat teman-teman atlet yang bertanding antusias dalam mengkuti turnamen, kendati pada saat kedatangan para perwakilan sudah disambut dengan hujan dan langit yang agak mendung. Kredit poin tersendiri bagi teman-teman di STAN selaku panitia yang menjamin kelancaran Olimpiade PTK tahun ini.

Walaupun tidak semua atlet yang mengikuti turnamen berasal dari backround olah raga sejak kecil tapi smangat yang ditunjukkan oleh mereka pantas diberikan apresiasi. Misalnya, untuk cabang oleh raga yang saya saksikan yaitu bulutangkis, pertama kali melihat atlet dari PTK lain sedikit membuat minder, karena postur tubuh mereka yang tinggi, besar, dan tegap. Yah, pantaslah, secara latihan mereka setiap hari, dibanding di STIS yang seminggu sekali aja nggak mesti. Okelah nggak menang tidak jadi masalah.

Hasilnya, tidak jauh dengan prediksi awal, melihat skill yang masih sangat kurang dan stamina yang juga jauh debandingkan musuh, tim Bulutangkis STIS pun akhirnya kalah dari tim Bulutangkis AKIP dengan skor 3-1, sebuah hasil yang pantas menrut saya dengan perjuangan yang ditunjukkan oleh teman-teman. Yang paling digarisbawahi pada kurang maksimalnya penampilan teman-teman adalah faktor stamina yang cepat habis sebelum pertandingan selesai.

Setidaknya ada satu pelajaran yang bisa dipetik dari kegiatan Olimpiade PTK terutama untuk oleh raga fisik, yaitu memang diperlukan latihan dan pembinaan atlet olah raga secara sistematis dan teratur bila ingin berprestasi di cabang oleh raga tersebut. Semoga tahun depan Bulutangkis STIS bisa lebih berprestasi. Amin.

<<Salam Olah raga>>

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.